“Kami senang dengan hadirnya TANGO di desa Sisarahili. Kami adalah desa yang sangat beruntung bisa mendapat bantuan PMT, dan dua anak saya (Ifoeraera Harefa, 3 tahun dan Arma Jaya Harefa, 2 bulan)ikut dalam program ini. Saya sangat merasakan perubahan yang terjadi pada anak-anak saya sejak ikut program PMT. Mereka selalu ceria dan bisa belajar banyak hal; menggambar, bernyanyi dan bermain. Setelah selasai kegiatan makan, anak-anak kami diberi susu, wafer tango dan buah-buahan. Saya sangat senang TANGO memberikan bantuan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Terima kasih Tango. Dua anak saya terbebas dari gizi buruk.” Ungkap Adisia Harefa (ibu dari Ifoeraera dan Arma Jaya Harefa). (more…)
Mungkin Anda masih ingat dengan lagu Cita-Citaku dari Kak Ria Enes dan boneka kecilnya yang bernama Susan. Lagu yang populer di tahun 90-an itu menceritakan tentang Susan yang punya cita-cita ingin menjadi dokter, insinyur bahkan presiden.
Semua anak berhak untuk menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Cita-citalah yang menggerakkan anak-anak untuk semangat bersekolah dan belajar dengan giat. Begitu juga dengan anak-anak di pedalaman NTT. Walau keadaan mereka tidak seberuntung anak-anak di kota yang fasilitas pendidikannya lengkap, mereka tetap memiliki cita-cita dan semangat untuk meraihnya. Berikut adalah cerita mereka.
Hai, Om, Tante dan teman-teman. Namaku Aurelia Gracelia Jelalu. Keluarga dan teman-teman memanggilku Lia. Aku tinggal di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Umurku delapan tahun. Saat ini aku masih duduk di kelas 2 SD. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Adikku yang perempuan bernama Fantirelia Jelalu. Fanti belum sekolah karena umurnya masih enam tahun. Sedangkan adikku yang kedua, laki-laki, namanya Yofet Petrus Jelalu. Umurnya masih baru 2,5 tahun. Ia tak pernah mau lepas dari gendongan ibu. Ayahku, Petrus Jelalu bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan ibuku, Paulina Ida tidak bekerja. Kehidupan kami sangat sederhana. (more…)