Brian, salah satu anak yang dulu dirawat di Balai Pemulihan Gizi Tango dan kini sudah sembuh.
“Balai Pemulihan Gizi Tango terbuka bagi anak Nias yang menderita gizi buruk. Di bawah perawatan dokter anak berpengalaman, anak- anak akan dirawat dan diobati secara intensif dan semua biaya ditanggung oleh Tango. Namun ada satu syarat yang diajukan yaitu harus didampingi ibu atau seorang kerabat,” begitulah penjelasan yang selalu kami berikan mengenai prasyarat agar seorang anak dapat mendapatkan perawatan di Balai Pemulihan Gizi Tango. Syarat yang sederhana. Dan syarat itu pun dibuat agar kelak si pendamping dapat meneruskan cara merawat anak dengan baik. (more…)
Selfin Giaman Telaumbanua (14 bulan), anak pertama dari pasangan Aninano Telaumbanua (29) dan Rosmida Laila (28) ini merupakan salah seorang pasien gizi buruk, yang sampai sekarang masih menjalani perawatan di Balai Pemulihan Gizi (BPG) -Tango di Nias. “Sejak umur tiga bulan, anak saya sering demam bahkan pernah suatu saat sampai mengalami kejang-kejang. Selfin keadaannya sangat kurus dan pucat sekali. Mau dibawa kerumah sakit, tapi uang kami tidak punya karena penghasilan suami saya hanya 130 ribu per bulan dan hanya cukup buat makan sehari-hari. Untung saya dikenalkan dengan BPG OBI- Tango , yang akhirnya merawat anak saya dan semuanya gratis.” Kenang Rosmida. (more…)
Tanggal 18 – 21 Mei yang lalu, merupakan perjalanan yang tidak akan kami lupakan. Di tanggal tersebut, Tim Tango, duta Tango terpilih dan perwakilan media massaberkesempatan mengunjungi anak – anak beneficiary program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di Nias. Perjalanan ke Nias memakan waktu sekitar setengah hari karena tidak ada penerbangan langsung menuju pulau tersebut. Kami harus berangkat menuju Medan dahulu baru kemudian melanjutkan penerbangan dengan pesawat baling-baling menuju ibu kota Nias, yaitu: Gunung Sitoli. (more…)
Di awal bulan April 2010, tim wafer Tango berkesempatan untuk mendatangi langsung lokasi Balai Pemulihan Gizi (BPG) dan menemui anak-anak beneficiaryProgram Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di pulau Nias. Untuk sampai ke pulau Nias, maka kita harus terbang dahulu dari Jakarta ke Medan dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Gunung Sitoli-Nias dengan pesawat baling-baling. Maklum, yang bisa mendarat disana hanya pesawat jenis Fokker.