<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TangoPeduliGizi.Com &#187; Balai Pemulihan Gizi Tango</title>
	<atom:link href="http://tangopeduligizi.com/tag/balai-pemulihan-gizi-tango/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tangopeduligizi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 04:41:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>TANGO TERUS BANTU PERBAIKI GIZI ANAK INDONESIA MELALUI PROGRAM  “TANGO PEDULI GIZI 2011”</title>
		<link>http://tangopeduligizi.com/2011/07/tango-terus-bantu-perbaiki-gizi-anak-indonesia-melalui-program-%e2%80%9ctango-peduli-gizi-2011%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tangopeduligizi.com/2011/07/tango-terus-bantu-perbaiki-gizi-anak-indonesia-melalui-program-%e2%80%9ctango-peduli-gizi-2011%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 10:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tango</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fact Sheet]]></category>
		<category><![CDATA[Media Room]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemulihan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemulihan Gizi Tango]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[hari anak nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberian Makanan Tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[tango]]></category>
		<category><![CDATA[Tango Peduli Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Tango Peduli Gizi Anak Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tangopeduligizi.com/?p=1218</guid>
		<description><![CDATA[Fokus pada pemberdayaan ekonomi, perbaikan sanitasi dan pendampingan guna bantu pertahankan status gizi anak
JAKARTA, 22 Juli, 2011 – Sebagai wujud kepedulian dalam memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia dan menciptakan masa depan yang lebih baik, Wafer Tango bekerjasama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) kembali meluncurkan program Tango Peduli Gizi (TPG) Anak Indonesia 2011. Acara peluncuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Fokus pada pemberdayaan </em></strong><strong><em><span style="text-decoration: underline;">ekonomi</span></em></strong><strong><em>, perbaikan sanitasi dan pendampingan</em></strong><strong><em> guna bantu pertahankan status gizi</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>anak</em></strong></p>
<p><strong>JAKARTA, 22 Juli, 2011 – </strong>Sebagai wujud kepedulian dalam memperbaiki kondisi gizi anak Indonesia dan menciptakan masa depan yang lebih baik, Wafer Tango bekerjasama dengan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) kembali meluncurkan program <strong>Tango Peduli Gizi (TPG)</strong><strong> Anak Indonesia 2011. Acara peluncuran ini diadakan </strong>berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2011.<span id="more-1218"></span></p>
<p>Pada hari ini, Wafer Tango bersama dengan Yayasan OBI juga memberikan paparan kinerja program <strong>Tango Peduli Gizi 2010</strong> yang telah berlangsung dari Januari 2010 sampai <span style="text-decoration: underline;">Juli </span>2011. Acara yang berlangsung di Atrium Pejaten Village ini dihadiri oleh <strong>Ir. Asih Setiarini, MSc.b</strong>., Spesialis Gizi Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, <strong>Yuna Eka Kristina</strong>, PR Manager OT Group dan <strong>dr. Monik Silalahi</strong>, <em>social worker</em> OBI sekaligus pelaksana lapangan program Tango Peduli Gizi di Nias (Sumatra Utara).</p>
<p><strong>Tango Peduli Gizi 2011</strong> dititikberatkan pada program pemberdayaan <span style="text-decoration: underline;">ekonomi</span>, perbaikan sanitasi dan <span style="text-decoration: underline;">pendampingan </span>di wilayah Nias, Sumatera Utara. Wafer Tango berharap bahwa program TPG 2011 ini mampu membantu keluarga Nias untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan status gizi anak yang telah pulih setelah mengikuti program TPG 2010.</p>
<p><strong>Yuna Eka Kristina</strong>, PR Manager OT Group menyatakan bahwa “Peluncuran program Tango Peduli Gizi 2011 ini berdasar pada hasil evaluasi kami terhadap program Tango Peduli Gizi 2010 yang telah terbukti efektif dalam memperbaiki kondisi kesehatan dan meningkatan status gizi anak-anak Nias. Namun sayangnya ketika dilakukan evaluasi pasca mereka kembali ke rumah masing- masing, mereka terindikasi kesulitan untuk mempertahankan kondisi yang telah “pulih” tersebut.”</p>
<p>Program Tango Peduli Gizi 2010 terdiri dari dua aktivitas besar yaitu <em>Pemberian Makanan Tambahan (PMT)</em> dengan gizi seimbang yang diberikan setiap hari selama 3 bulan kepada <span style="text-decoration: underline;">526</span> anak berumur diatas enam bulan hingga 12 tahun di Nias dan Ruteng, serta <em>Balai Pemulihan Gizi</em> (BPG) Tango yang memberikan perawatan intensif terhadap 72 anak dengan gizi buruk di Nias.</p>
<p>Tango mendapati 95 persen anak- anak yang mengikuti <em>PMT</em> meningkat status gizinya dari gizi kurang ke gizi baik dengan rata-rata berat badan anak meningkat 1 kg, rata-rata lingkar lengan atas anak meningkat sekitar 1 cm, dan rata-rata tinggi badan anak meningkat sekitar 2 cm. Sedangkan 5 persen sisanya tidak mengalami kenaikan berat badan, namun mengalami perkembangan yang signifikan terhadap keceriaan dan daya tahan tubuh mereka.</p>
<p>Sedangkan setiap anak dengan status gizi buruk dibawa ke <em>Balai Pemulihan Gizi</em> Tango. Rata- rata anak- anak akan membaik kondisinya setelah dirawat intensif selama 3-4 bulan. Namun jika terdapat penyakit penyerta seperti TB Paru dan kelainan sistem syaraf, rata-rata status gizi dan kondisi kesehatan membaik setelah mengikuti program pemulihan selama 4-6 bulan. Selama dirawat di BPG, anak didampingi oleh ibu mereka dan ibu mendapat penyuluhan pengolahan makanan. 100 persen anak yang sudah dinyatakan “pulih” pulang dari BPG Tango dengan kondisi gizi yang meningkat ke gizi baik dengan  rata-rata berat badan anak meningkat 2 kg, rata-rata lingkar lengan atas anak meningkat sekitar 2 cm, dan rata-rata tinggi badan anak meningkat sekitar 4 cm.</p>
<p>Setelah kedua program tersebut selesai dilaksanakan, dilakukan evaluasi terhadap kondisi gizi mereka pasca kembali ke rumah. Dari 100 persen anak BPG yang telah “pulih”, 50-60 persen anak terindikasi sulit bertahan pada status gizi baik dan bila tidak segera dilakukan tindakan preventif kemungkinan dapat menurun status gizinya ke gizi kurang. Ditengarai rendahnya faktor ekonomi yang menyebabkan tidak adanya sumber makanan yang bisa menjadi asupan gizi bagi mereka; kurangnya pengetahuan untuk membudidayakan, memanfaatkan dan mengolah sumber daya alam yang tersedia; serta buruknya sanitasi tempat tinggal yang fungsinya menyatu antara tempat tidur dan dapur serta tidak adanya fasilitas MCK menjadi penyebabnya.</p>
<p>“Hasil evaluasi membawa kami kepada satu kesimpulan yaitu untuk membantu mereka terbebas dari masalah gizi, tidak cukup hanya memberi kail dan ikannya, namun melengkapi itu, mereka juga harus diberikan pendampingan agar mereka tahu benar apa yang harus dilakukan. Karenanya guna membantu keluarga mempertahankan kondisi kesehatan dan gizi anak-anak ketika mereka kembali di rumahnya masing-masing, kami meluncurkan program TPG di tahun 2011 ini yang menitikberatkan pada program pemberdayaan <span style="text-decoration: underline;">ekonomi</span>, perbaikan sanitasi dan pendampingan. Kami menyadari bahwa untuk membantu anak-anak Indonesia terlepas dari masalah gizi diperlukan pendekatan komprehesif yang mampu mencakup peningkatan kondisi ekonomi keluarga, pengembangan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai gizi dan wirausaha serta rehabilitasi kondisi sanitasi lingkungannya,” tambah Yuna.</p>
<p>Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari <strong>Ir. Asih Setiarini, MSc.b</strong>., Spesialis Gizi Kesehatan Masyarakat dari FKM-UI yang juga hadir pada acara <span style="text-decoration: underline;">peluncuran</span><em> </em>ini. Beliau menyatakan bahwa, “Gizi buruk di Indonesia disebabkan multi faktor, diantaranya faktor ekonomi, pendidikan, politik dan sosial budaya. Program rehabilitasi yang terdiri dari pemberian bantuan pangan dan intervensi medis sifatnya hanya darurat kuratif jangka pendek. Diperlukan sebuah pendekatan program yang komprehensif untuk dapat mendorong perubahan perilaku dan membangun kemandirian masyarakat dalam jangka panjang hingga mampu memperbaiki kondisinya sendiri. Jadi menurut saya, solusi untuk menyelesaikan permasalahan gizi di Indonesia ada di tangan masyarakat itu sendiri dan membutuhkan kemauan dan komitmen besar dari berbagai pihak termasuk warga masyarakat untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan gizi mereka.”</p>
<p>“Saya melihat program Tango Peduli Gizi telah mendapat cukup pengalaman dari kontribusinya di tahun 2010 dan mengembangkannya di tahun 2011 dengan pendekatan program yang lebih komprehensif. Program ini akan menciptakan komitmen keluarga untuk mau berusaha dan memperbaiki pola asuhnya dan itu akan bermanfaat untuk jangka panjang,” tambah  Ibu Asih.</p>
<p>Program TPG 2011 akan meliputi tiga titik kegiatan yaitu: pemberdayaan <span style="text-decoration: underline;">ekonomi</span> <span style="text-decoration: underline;">keluarga</span> dengan memberikan modal benih ternak dan bibit tanaman untuk dibudidayakan agar dapat menghasilkan bahan makanan yang bernutrisi serta sebagai tambahan ekonomi mereka; pendampingan intensif mengenai gizi, pemanfaatan dan pengolahan sumber makanan, perilaku hidup bersih sehat,  kemampuan melihat potensi untuk memasarkan hasil budidaya; serta perbaikan kelayakan rumah (atap dan lantai) termasuk sarana sanitasi yang memadai (dapur dan MCK). Program ini juga mencakup pengobatan penyakit bawaan yang diderita keluarga dengan maksud tidak menular kembali kepada anak- anak program.</p>
<p>Sebagai proyek awal, program Tango Peduli Gizi 2011 ini akan mencakup 25 keluarga Nias yang telah mengikuti program BPG pada tahun 2010 lalu dan telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti program pemberdayaan ini selama delapan bulan dari Juli 2011 hingga Februari 2012. Jumlah yang terlihat tidak banyak, namun hasilnya diharapkan memberikan efek mendalam yaitu perubahan perilaku keluarga agar ke depannya mampu meningkatkan kualitas hidup, terbebas dari masalah gizi buruk dan mandiri dalam pemenuhan gizi dan pemeliharaan kesehatannya. Selain itu program ini memiliki tingkat kesulitan terkait budaya serta memerlukan komitmen tinggi dari berbagai pihak termasuk keluarga Nias itu sendiri.</p>
<p>“Pada kesempatan ini, saya mewakili Wafer Tango ingin menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi masyarakat Indonesia pada program Tango Peduli Gizi 2010. Namun tugas kita untuk membebaskan  bangsa Indonesia dari ancaman gizi buruk ini belum selesai. Untuk itu Wafer Tango mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama berbagi kebaikan membantu anak-anak Indonesia agar terbebas sepenuhnya dari permasalahan gizi. Dan demi tercapainya tugas mulia ini kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk program Tango Peduli Gizi 2011 ini,” tutup Yuna.</p>
<p>Masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai berita terkini dan perkembangan program <strong>Tango Peduli Gizi</strong> dan berinteraksi langsung dengan anak- anak penerima bantuan melalui <a href="http://www.tangopeduligizi.com/">www.tangopeduligizi.com</a>.</p>
<p>Setiap kehadiran media pada acara Launching ini berarti turut menyumbangkan 100 ekor lele untuk pemenuhan gizi keluarga Nias dan sekitar 10 persen dari penjualan paket “Tango Peduli Gizi” yang dijual khusus di booth Wafer Tango yang dibuka hanya hari ini (Jumat, 22 Juli 2011) di Atrium Pejaten Village akan turut pula mengembangkan senyum di wajah mereka.</p>
<p>-selesai-</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Mengenai Tango:</span></strong></p>
<p><strong>Tango</strong>, <strong>Wafer Renyah</strong>, pertama kali meramaikan dunia wafer Indonesia pada tahun 1995. Di awal kemunculannya, Tango hadir dengan 3 varian, yaitu <strong>Chocolate, Choco-Hazelnut</strong> dan <strong>Susu Vanilla</strong>.</p>
<p>Datangnya respon positif dari berbagai kalangan dan permintaan akan Wafer Tango yang terus bertambah, menjadi salah satu trigger bagi Tango dalam mengembangkan produknya. Hingga saat ini, Tango memiliki 6 varian rasa dalam kemasan menarik, yaitu <strong>Chocolate,</strong> <strong>Susu Vanilla, Strawberry Jam, Tiramisu, Cookies &amp; Cream dan Kurma Madu.</strong></p>
<p>Dengan tag line-nya “Memang Tango Enak”, Tango diciptakan sebagai ahlinya wafer dengan kualitas unggulan, rasa yang enak serta dipadu dengan kerenyahan. Namun dengan segala kualitas yang dimilikinya tersebut, Tango tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan.</p>
<p>Selain varian varian regular, Tango juga mengeluarkan varian khusus, yaitu <strong>Tango Less Sugar</strong>. Produk ini ditujukan bagi kalangan yang menjaga konsumsi gula dalam tubuh. Tango Sugar Free hadir dalam kemasan 16 gr dengan rasa <strong>Chocolate </strong>dan <strong>Susu Vanilla</strong>.</p>
<p>Semua usaha yang dilakukan Tango, membawa Tango pada berbagai penghargaan. Selama 9 tahun berturut- turut, yaitu sejak tahun 2002-2010, Tango mendapatkan penghargaan <strong>Indonesia Customer Satisfaction Awards (ICSA) </strong>dan mendapat <strong>Golden ICSA Award</strong> <strong>(2008) </strong>sebagai bentuk penghargaan konsumen atas kualitas produk dan pelayanan wafer Tango. Dan pada tahun 2009, Tango untuk pertama kalinya berhasil mendapatkan <strong>CERTIFICATE SUPERIOR TASTE AWARD 2009 </strong>dari <strong>International Taste &amp; Quality</strong> <strong>Institute Belgia (iTQi) </strong>untuk Wafer <strong>Tango Chocolate Cream </strong>dan Wafer <strong>Tango Vanilla</strong> <strong>Milk Cream</strong>. Prestasi ini menunjukkan bahwa Wafer Tango merupakan wafer premium yang berasal dari bahan-bahan berkualiatas tinggi dan kenikmatan rasanya diakui secara international. Selain itu Tango juga berhasil mendapatkan penghargaan <strong>Top Brand Award Platinum</strong> dan <strong>Top Brand Award for Kids</strong> di tahun 2011.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:</span></strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="622">
<tbody>
<tr>
<td width="313" valign="top"><strong>Yuna Eka Kristina</strong></p>
<p><em>PR Manager</em></p>
<p>PT Orangtua Group</p>
<p>Tel   : 021 – 5365 2121</p>
<p>Fax:   021 – 535 9692</p>
<p>E-mail: <a href="mailto:pr@ot.cio.id">pr@ot.cio.id</a></td>
<td width="309" valign="top"><strong>Duhita Mahatmi / Mutia Wisnu </strong></p>
<p>Stratcom Indonesia</p>
<p>Tel : 021 – 721 59099</p>
<p>Fax: 021 – 727 89521</p>
<p>E-mail: <a href="mailto:duhita@stratcom.co.id">duhita@stratcom.co.id</a></p>
<p><a href="mailto:mutiasavira@stratcom.co.id">mutia@stratcom.co.id</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ref. S624/10/3/MediaRelease/ Tango Peduli Gizi &#8211; Media Release &#8211; Jul2211(FIN-APP).doc</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tangopeduligizi.com/2011/07/tango-terus-bantu-perbaiki-gizi-anak-indonesia-melalui-program-%e2%80%9ctango-peduli-gizi-2011%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah di Balik Balai Pemulihan Gizi Tango</title>
		<link>http://tangopeduligizi.com/2011/06/kisah-di-balik-balai-pemulihan-gizi-tango/</link>
		<comments>http://tangopeduligizi.com/2011/06/kisah-di-balik-balai-pemulihan-gizi-tango/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 11:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annamaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Program & Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Program Info]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemulihan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemulihan Gizi Tango]]></category>
		<category><![CDATA[BPG]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Nias]]></category>
		<category><![CDATA[program tango peduli gizi anak indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat tango]]></category>
		<category><![CDATA[tango]]></category>
		<category><![CDATA[Tango Peduli Gizi Anak Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wafer Tango]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tangopeduligizi.com/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[
Brian, salah satu anak yang dulu dirawat di Balai Pemulihan Gizi Tango dan kini sudah sembuh.
“Balai Pemulihan Gizi Tango terbuka bagi anak Nias yang menderita gizi buruk. Di bawah perawatan dokter anak berpengalaman, anak- anak akan dirawat dan diobati secara intensif dan semua biaya ditanggung oleh Tango. Namun ada satu syarat yang diajukan yaitu harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1146" class="wp-caption alignleft" style="width: 176px"><a rel="attachment wp-att-1146" href="http://tangopeduligizi.com/2011/06/kisah-di-balik-balai-pemulihan-gizi-tango/before-bpg_resize/"><img class="size-full wp-image-1146" title="Before BPG" src="http://tangopeduligizi.com/wp-content/fileuploads/Before-BPG_resize.jpg" alt="" width="166" height="131" /></a><p class="wp-caption-text">Before </p></div>
<div id="attachment_1145" class="wp-caption alignleft" style="width: 178px"><a rel="attachment wp-att-1145" href="http://tangopeduligizi.com/2011/06/kisah-di-balik-balai-pemulihan-gizi-tango/after-bpg_resize/"><img class="size-full wp-image-1145" title="After BPG" src="http://tangopeduligizi.com/wp-content/fileuploads/After-BPG_resize.jpg" alt="" width="168" height="131" /></a><p class="wp-caption-text">After</p></div>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><strong>Brian, salah satu anak yang dulu dirawat di Balai Pemulihan Gizi Tango dan kini sudah sembuh.</strong></p>
<p>“Balai Pemulihan Gizi Tango terbuka bagi anak Nias yang menderita gizi buruk. Di bawah perawatan dokter anak berpengalaman, anak- anak akan dirawat dan diobati secara intensif dan semua biaya ditanggung oleh Tango. Namun ada satu syarat yang diajukan yaitu harus didampingi ibu atau seorang kerabat,” begitulah penjelasan yang selalu kami berikan mengenai prasyarat agar seorang anak dapat mendapatkan perawatan di Balai Pemulihan Gizi Tango. Syarat yang sederhana. Dan syarat itu pun dibuat agar kelak si pendamping dapat meneruskan cara merawat anak dengan baik.<span id="more-1170"></span></p>
<p>Namun kondisi di lapangan tak semudah itu. Dibantu oleh pemerintah dan puskesmas setempat, Yayasan Obor Berkat Indonesia selaku partner Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia secara aktif mencari anak- anak yang memerlukan pertolongan agar segera terlepas dari kondisi gizi buruk yang membelenggunya. Namun pelaksanaan pencarian ini terkadang mengalami hambatan. Faktor budaya dan <em>mindset</em> yang menjadi penghalangnya.</p>
<p>Sistem kekerabatan Nias menerapkan kebudayaan dimana Istri telah dibeli mahal oleh suami kala pernikahannya, sehingga kemudian istri berperan bukan hanya pengurus rumah tangga namun juga harus mencari. Belum lagi dengan rata- rata jumlah anak lebih dari 5 dalam satu keluarga, jelas membuat Ibu tidak dapat mendampingi anak dalam masa perwatan BPG.</p>
<p>Demikian pula dengan mindset yang lebih percaya pada tabib tradisional dibanding ilmu kedokteran modern, menyebabkan mereka enggan membawa anaknya untuk dirawat. Bagi mereka, anak dengan perut membusung adalah hal yang biasa dan terkadang dihubungkan dengan  mistis.</p>
<p>Hal- hal inilah yang menjadikan kendala dalam perawatan. Bahkan ada 14 anak yang terpaksa pulang sebelum sembuh karena hal- hal tersebut. Kepulangan mereka tersebut beragam alasannya, mulai dari si Bapak yang tak ingin si Ibu pergi terlalu lama, si Ibu akan melahirkan anak selanjutnya dan beragam cerita lain. Yang menambah kesedihan kami adalah dari anak- anak yang dipulangkan paksa ini, 2 anak meninggal dunia.</p>
<p>Namun, atas komitmen Tango untuk membantu 72 anak hingga benar- benar sembuh, maka ke-14 anak pulang paksa tersebut digantikan dengan mereka yang bersedia memenuhi syarat yang ditetapkan. Hingga kini, Tango dan OBI tak pernah putus asa untuk terus melakukan program Balai Pemulihan Gizi ini hingga banyak lagi yang bisa dipulihkan.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan dukungan dari Anda, Sahabat Tango, mari kita terus berjuang untuk perbaikan gizi anak Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tangopeduligizi.com/2011/06/kisah-di-balik-balai-pemulihan-gizi-tango/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasien Balai Pemulihan Gizi</title>
		<link>http://tangopeduligizi.com/2010/06/pasien-balai-pemulihan-gizi/</link>
		<comments>http://tangopeduligizi.com/2010/06/pasien-balai-pemulihan-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 10:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photo Gallery & Comment]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemulihan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Pemulihan Gizi Tango]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tangopeduligizi.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-620 aligncenter" title="DSC05931" src="http://tangopeduligizi.com/wp-content/fileuploads/DSC05931-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-621" title="DSC05930" src="http://tangopeduligizi.com/wp-content/fileuploads/DSC05930-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-622 aligncenter" title="DSC05937" src="http://tangopeduligizi.com/wp-content/fileuploads/DSC05937-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tangopeduligizi.com/2010/06/pasien-balai-pemulihan-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

