Hai, Om, Tante dan teman-teman. Namaku Aurelia Gracelia Jelalu. Keluarga dan teman-teman memanggilku Lia. Aku tinggal di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Umurku delapan tahun. Saat ini aku masih duduk di kelas 2 SD. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Adikku yang perempuan bernama Fantirelia Jelalu. Fanti belum sekolah karena umurnya masih enam tahun. Sedangkan adikku yang kedua, laki-laki, namanya Yofet Petrus Jelalu. Umurnya masih baru 2,5 tahun. Ia tak pernah mau lepas dari gendongan ibu. Ayahku, Petrus Jelalu bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan ibuku, Paulina Ida tidak bekerja. Kehidupan kami sangat sederhana. (more…)
Tanggal 18 – 21 Mei yang lalu, merupakan perjalanan yang tidak akan kami lupakan. Di tanggal tersebut, Tim Tango, duta Tango terpilih dan perwakilan media massaberkesempatan mengunjungi anak – anak beneficiary program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di Nias. Perjalanan ke Nias memakan waktu sekitar setengah hari karena tidak ada penerbangan langsung menuju pulau tersebut. Kami harus berangkat menuju Medan dahulu baru kemudian melanjutkan penerbangan dengan pesawat baling-baling menuju ibu kota Nias, yaitu: Gunung Sitoli. (more…)
Di awal bulan April 2010, tim wafer Tango berkesempatan untuk mendatangi langsung lokasi Balai Pemulihan Gizi (BPG) dan menemui anak-anak beneficiaryProgram Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di pulau Nias. Untuk sampai ke pulau Nias, maka kita harus terbang dahulu dari Jakarta ke Medan dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Gunung Sitoli-Nias dengan pesawat baling-baling. Maklum, yang bisa mendarat disana hanya pesawat jenis Fokker.
Ketika uluran tangan mampu merubah duka menjadi suka. …Ketika kaki kecil dapat melangkah riang mengikuti teman seumuran-nya……Ketika akhirnya senyum tersungging di wajahnya…ya, dia adalah Julianus Harefa (3thn), salah satu anak yang mengikuti program perbaikan gizi dari wafer Tango.