“Untung ada BPG Tango di Nias, yang merawat anak saya Selfin… Gratis”
Program & Journey, Program Info
Selfin Giaman Telaumbanua (14 bulan), anak pertama dari pasangan Aninano Telaumbanua (29) dan Rosmida Laila (28) ini merupakan salah seorang pasien gizi buruk, yang sampai sekarang masih menjalani perawatan di Balai Pemulihan Gizi (BPG) -Tango di Nias. “Sejak umur tiga bulan, anak saya sering demam bahkan pernah suatu saat sampai mengalami kejang-kejang. Selfin keadaannya sangat kurus dan pucat sekali. Mau dibawa kerumah sakit, tapi uang kami tidak punya karena penghasilan suami saya hanya 130 ribu per bulan dan hanya cukup buat makan sehari-hari. Untung saya dikenalkan dengan BPG OBI- Tango , yang akhirnya merawat anak saya dan semuanya gratis.” Kenang Rosmida.
Selfin dan anak-anak Nias lainnya menjadi pasien di BPG Tango. Mereka mengalami kurang gizi bahkan menderita gizi buruk akibat kemiskinan dan keterbatasan pengetahuan orangtua. Selfin dan keluarganya tinggal di desa Sihare, Nias Selatan. Mereka hidup dengan mengandalkan penghasilan sang ayah yang hanya bekerja sebagai petani, sementara ibunya (Rosmida Laila, 28) hanyalah ibu rumah tangga yang tidak mengerti pola hidup sehat bagi keluarga. Dengan penghasilan yang minim, Aninano mengaku sulit memenuhi kebutuhan keluarganya. Tidak jarang mereka harus mengkonsumsi pisang rebus pengganti nasi, karena tidak ada uang yang tersisa untuk membeli beras.
“Sejak umur tiga bulan anak saya sering demam, bahkan pernah suatu saat mengalami kejang-kejang. Selfin sangat kurus dan pucat sekali, mau dibawa kerumah sakit tapi uang kami tidak punya karena penghasilan suami saya hanya Rp.130,000 /bulan, hanya cukup buat kami makan sehari-hari. Untung saya dikenalkan dengan BPG Tango yang akhirnya merawat anak saya Selfin dan semuanya gratis.” Rosmida.
Kehidupan Selfin dan keluarganya mewakili gambaran hidup sebagian masyarakat di Nias Selatan. Mereka membutuhkan dukungan kita untuk belajar tentang pola hidup sehat dan bantuan medis bagi anak-anak yang terlanjur sakit. Tugas kita adalah membukakan pengetahuan, mendidik dan mendampingi mereka agar pola pikir masyarakat terbuka, pengetahuan diberikan dan perubahan bisa dilakukan. Untuk itulah Tango ambil bagian dalam program Peduli Gizi Anak Indonesia.
Hampir dua tahun lamanya, program ini masih berjalan dan telah memberikan perubahan bagi masyarakat Nias, khususnya menolong anak-anak gizi kurang bahkan gizi buruk. Terima kasih Sahabat Tango, kepedulian anda nyata dan memberikan perubahan bagi Nias.
source : www.obi.or.id-ray
Tags: Balai Pemulihan gizi, BPG, BPG Tango, desa sihare, Nias, nias selatan, Peduli Gizi Anak Indonesia, program peduli gizi anak indonesia, sahabat tango, selfin, tango, Wafer Tango
























