Promo Juli'11


Tango Peduli Gizi

Already a member?
Login
Login using Facebook:
Last visitors
Powered by Sociable!

obor berkat indonesia

CATATAN PERJALANAN WAFER TANGO KE NIAS:Balai Pemulihan Gizi

Program & Journey, Program Info

Tanggal 18 – 21 Mei yang lalu, merupakan perjalanan yang tidak akan kami lupakan. Di tanggal tersebut, Tim Tango, duta Tango terpilih dan perwakilan media massa berkesempatan mengunjungi anak – anak beneficiary program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di Nias. Perjalanan ke Nias memakan waktu sekitar setengah hari karena tidak ada penerbangan langsung menuju pulau tersebut. Kami harus berangkat menuju Medan dahulu baru kemudian melanjutkan penerbangan dengan pesawat baling-baling menuju ibu kota Nias, yaitu: Gunung Sitoli.

Walau cukup lelah dan penuh dengan perasaan was- was karena pesawat baling-baling yang rentan guncangan, namun kami tetap semangat untuk bertemu dengan anak-anak tersebut. Tempat pertama yang kami tuju adalah Balai Pemulihan Gizi Wafer Tango dan OBI yang terletak di Desa Fodo, Gunung Sitoli. Sesampainya disana, lelah kami langsung digantikan dengan perasaan empati begitu melihat langsung pasien yang dirawat disana. Kurang gizi dan penyakit lain menggerogoti  tubuh mungil mereka yang terlihat rapuh. Tak disangka ternyata di negara yang kaya raya akan hasil alam ini, masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi.

Salah satu pasien yang menarik perhatian kami adalah Esther J. Zega (7 thn). Pertama kali masuk Balai Pemulihan Gizi, Esther hanya memiliki berat 7 kg, sama beratnya seperti bayi usia 7-8 bulan. Sungguh jauh dibawah angka kecukupan gizi. Tubuhnya hanya tulang berbalut kulit. Ia bahkan tak mampu menggerakkan anggota tubuhnya. Satu-satunya anggota tubuh yang mampu ia gerakkan hanya sepasang bola mata indah miliknya. Setelah dirawat selama hampir 3 bulan, perlahan-lahan berat badan Esther mulai naik. Badannya mulai berisi dan ia mulai bisa menekukkan kakinya. Perasaan haru membuncah ketika melihat perempuan kecil ini. Tapi kami sadar yang dibutuhkan Esther saat ini bukan rasa iba, tetapi semangat , kekuatan dan doa dari kami semua untuk kesembuhannya.

Selain kekurangan gizi, anak- anak yang dirawat disana juga memiliki masalah bawaan. Kakak beradik Robi (4 thn) dan Agus (2 thn) misalnya, mereka tidak hanya mengalami  kurang gizi, tetapi juga mengidap down syndrome. Masing-masing anak memiliki cerita sendiri yang mampu membuat kami harus berkali-kali menyeka air mata. Melihat mereka, malu rasanya kalau kami seringkali tidak bersyukur apa yang kami miliki sekarang. 

Satu hal yang menambah keharuan kami, meski memiliki kehidupan yang kurang beruntung, senyum tetap terulas di wajah polos mereka.  Senyum mereka menggambarkan harapan mereka, seperti yang terukir di wajah Brian (2 tahun). Harapan kami semoga mereka cepat pulih dan dapat menikmati masa kecil mereka dengan semestinya.

Masih banyak cerita lain yang kami bawa dari Nias, ikuti terus artikelnya…

 

  • Facebook
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Technorati Favorites
  • Google Bookmarks
  • Share/Bookmark

Tags: , , , ,

One Response to “CATATAN PERJALANAN WAFER TANGO KE NIAS:Balai Pemulihan Gizi”

  1. Siska HonSus says:

    Kangen Brian, kangen Esther, Kangen semua yg ada di Nias..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

OR

login with facebook