CATATAN PERJALANAN WAFER TANGO KE NIAS: Pemberian Makanan Tambahan
Program & Journey, The Journey
Cerita Perjalanan Wafer Tango dan rombongan tidak berhenti hanya sampai kisah mengharukan di Balai Pemulihan Gizi. Setelah cukup beristirahat, keeesokan harinya rombongan berkunjung ke salah satu desa penerima bantuan program Pemberian Makanan Tambahan. Desa tersebut terletak di kabupaten Nias Utara dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari Gunung Sitoli. Karena medan yang ditempuh cukup berat, maka rombongan menggunakan mobil strada 4 WD.
Untuk sampai kesana, kami melewati jalan berliku – liku, membelah sungai, menerabas hutan dan mendaki bukit bebatuan yang terjal sehingga badan pun berguncang hebat. Bahkan ada salah satu anggota rombongan yang mual alias mabuk darat
. Tetapi, sesampainya di daerah tujuan, perasaan mual, pegal hilang berganti dengan kaget luar biasa. Tarian dan adat khas daerah Nias menyambut kehadiran rombongan.

Tari-tarian dan suara sahut-sahutan nyanyian dalam bahasa Nias menggema di lokasi. Tanpa sadar, kami pun ikut menari dan bernyanyi bersama. Hadir disana, ketua dusun, tetua adat, dan juga perwakilan institusi pemerintahan. Mengutip perkataan Fauduaro Harefa, Kepala Dusun: “Tarian penyambutan merupakan penghormatan dan rasa terima kasih warga kepada wafer Tango dan OBI. Berkat uluran tangan wafer Tango dan OBI, anak-anak di dusun ini dapat kembali sehat dan orang tua mereka pun menjadi mengerti tentang pentingnya makanan bergizi bagi anak-anak mereka”.
Siang itu, sekitar 100-an anak berkumpul di aula untuk pemberian makanan 4 sehat 5 sempurna. Sambil menunggu mereka diberi kegiatan mewarnai. Setiap anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh para dokter OBI. Panas matahari yang menyengat tidak melunturkan niat dan semangat setiap orang untuk ambil bagian dalam setiap kegiatan termasuk para jurnalis. Tari-tarian yang mempesona, senyum anak-anak Nias yang begitu manis, serta keadaan alam disekitar lokasi yang mengagumkan tak boleh lepas dari mata lensa kamera.
Begitulah kemeriahan dan keramahan warga Nias. Walau tak seberuntung orang-orang lainnya, mereka tetap positif memandang ke depan. Sebagai informasi tambahan, dusun tempat mereka tinggal belum dialiri oleh listrik ataupun air PAM. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan air, mereka harus ke sungai ataupun menampung air hujan.
Waktu perpisahan pun tiba. Tak tentu kapan lagi akan bertemu. Yang pasti kesan tentang mereka akan tetap membekas di hati.
Tags: Pemeberian Makanan Tambahan, Pemulihan gizi, Wafer Tango

























aku pengen ikutan ke NIAS donk!!! Kapan wafer Tango ngajak konsumennya kesana?
pada bulan Mei lalu, wafer Tango telah mengajak 2 orang duta Tango terpilih melihat langsung Balai Pemulihan Gizi dan PMT di Nias.
Bakal ada lagi ga program duta Tango Peduli Gizi nya?