Kisah Esther, Salah Satu Pasien Balai Pemulihan Gizi
Program & Journey, The Journey
Di awal bulan April 2010, tim wafer Tango berkesempatan untuk mendatangi langsung lokasi Balai Pemulihan Gizi (BPG) dan menemui anak-anak beneficiary Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia di pulau Nias. Untuk sampai ke pulau Nias, maka kita harus terbang dahulu dari Jakarta ke Medan dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Gunung Sitoli-Nias dengan pesawat baling-baling. Maklum, yang bisa mendarat disana hanya pesawat jenis Fokker.
Sesampainya disana, kita telah disambut oleh tim OBI (program partner Tango Peduli Gizi Anak Indonesia) dan langsung menuju Balai Pemulihan Gizi. Di BPG kita langsung bertatap muka dengan 12 pasien anak yang sedang dirawat. Mereka pada umumnya ditemani oleh ibu, nenek atau saudara perempuannya. Ada 1 pasien yang menarik perhatian khusus tim wafer Tango, namanya Esther Jernih W. Zega (7 thn).
Ketika kita mendengar cerita mengenai Esther, rasanya airmata tak tertahan. Esther masuk BPG pertama kali dengan kondisi memprihatinkan. Di umurnya yang 7 tahun, berat badan Esther hanya 7,5 kg. Tubuhnya hanya tinggal tulang berbalut kulit sehingga untuk menggerakkan badan saja ia tak mampu. Karena tak bisa bergerak, maka sekujur tubuh belakang Esther menderita luka-luka. Ketika kita datang untuk melihat Esther, ia sudah 2 bulan berada di BPG. Dibawah perawatan intensif para dokter di BPG dan neneknya yang selalu setia menemani, kondisi Esther perlahan-lahan mulai membaik. Berat badan Esther telah naik 4 kg, luka di belakang bagian tubuhnya pun mulai sembuh. Mata anak kecil tersebut mulai menunjukkan binar-binar cahaya. Tak sabar rasanya menunggu Esther bisa bermain seperti anak kecil lainnya.
Mari dukung terus Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesi. Dan mari kita terus mendoakan agar tidak ada lagi anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi seperti Esther. Amin.
Tags: anak indonesia, Nias, OBI, Tango Peduli Gizi Anak Indonesia, Wafer Tango

























Esther…Tuhan Yesus menyembuhkanmu dengan bilur-bilur-NYA…bersyukurlah senantiasa
Melihat keadaan Esther buat aku sedih..
Tubuhnya tidak dapat digerakkan lagi.
Kasihan sekali..
Semoga melalui Program Tango ini, Esther bisa kembali seperti sedia kala.
GBU Esther..