Dini Zega: Ibu, Aku Makan Makanan Bergizi Hari Ini…
Program & Journey, The Journey
“Ina, no’u’a go sami ba sehat ma’Ocho. Saohagolo Tango ba OBI”, ujar Dini Aman Zega (5thn) dalam bahasa asli Nias.
Kalimat tersebut diartikan: “Ibu, aku makan enak dan bergizi hari ini. Terima kasih untuk Wafer Tango dan OBI”.
Dini dan adiknya, Jelita Zega (2 thn) ikut dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) Kabupaten Nias. Ayah-Ibu mereka, Nahesi Zega dan Deslina Zega bekerja sebagai penderes karet dan bersawah. Penghasilan mereka tak tentu. “Sebagai penderes karet dan menggarap sawah orang lain, penghasilan kami tak tentu dan sangat bergantung kepada cuaca. Hujan membuat kami tidak dapat bekerja maksimal, sehingga kami hanya bisa meraup 200 – 300 ribu /bulan. Sedangkan kalau hari panas, pendapatan kami bisa mencapai 500 – 700 ribu/bulan”, kata sang ayah, Nahesi Zega.
Kehidupan ekonomi yang pas- pas-an dan tidak stabil membuat keluarga kecil ini hanya mengkonsumsi makanan seadanya dan jauh dari bergizi. Sarapan pagi mereka hanyalah pisang, siang barulah mereka dapat makan nasi dan kalau ada sisa malam hari mereka dapat makan nasi sisa makan siang, namun kalau tidak ada terpaksa mereka mengisi perut dengan ubi. Lauknya pun jauh dari beragam. Ikan asin, teri yang digoreng ditambah dengan singkong rebus biasa menjadi santapan sehari-hari. Daging, ayam, ikan hanya hadir dalam impian.
Walaupun sudah bekerja keras, kehidupan perekonomian mereka tetap saja tidak membaik, namun mereka tidak jenuh bekerja. Setiap cucuran peluh yang mereka keluarkan hanya untuk kedua buah hatinya. Pagi-pagi sekali pasangan suami-istri itu berangkat untuk menderes karet dan kembali pulang ketika senja menjelang. Sebenarnya, harapan kedua orangtua itu sangatlah sederhana. Setidaknya, mereka ingin kedua anak mereka dapat mengkonsumsi makanan bergizi sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan kelak menjadi pemuda-pemudi yang berguna bagi desanya.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Menjawab Harapan Mereka
Banyaknya keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi seperti keluarga Nahesi Zega, menggerakan Wafer Tango untuk mengadakan PMT di Kabupaten Nias sebagai bagian dari kegiatan Tango Peduli Gizi Anak Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan OBI, Wafer Tango membantu perbaikan asupan nutrisi anak-anak di daerah tersebut agar dapat tumbuh sehat dan cerdas.
Hadirnya PMT di Kabupaten Nias menjawab harapan dari pasangan suami istri itu. Walau setiap hari mereka harus berjalan 2 km agar dapat sampai di lokasi PMT. “Demi anak-anak, apapun akan kami lakukan. Yang penting anak-anak dapat menikmati makanan enak dan sehat”, papar Ibu yang kulitnya menghitam karena terbakar matahari ini.
Guratan lelah di wajah kedua orang tersebut karena perjalanan panjang hilang begitu melihat kedua anak mereka dengan senangnya melahap makanannya. “Saya sangat bersyukur dan senang, sekarang anak-anak saya bisa makan-makanan yang enak-enak dan bergizi dengan adanya program makanan tambahan di desa kami. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Wafer Tango dan OBI atas bantuan pemberian makanan tambahan di desa kami. Kiranya Tango dan OBI semakin jaya”, tutup Nahesi Zega dengan polos.
Tags: tango, Tango Peduli Gizi, Tango Peduli Gizi Anak Indonesia, Wafer Tango

























Kisah di atas adalah fakta kehidupan desaku, namun tango memberi mereka “hidup”.
trims tango and obi
Tuhan memberkati
Pdt. Juliman Harefa