Sekelumit Kisah dari Desa Sisarahili
Program & Journey, The Journey
Julianus (5 tahun) adalah salah satu anak yang tinggal di Desa Sisarahili, Dusun 2, Kabupaten Nias. Di usianya yang masih sangat belia ini, Julianus seharusnya dapat menikmati masa kecilnya dengan tumbuh sebagai seorang anak yang lincah. Tetapi sayang, kondisinya tidak memungkinkan ia untuk bermain seperti anak-anak normal sebayanya.
Masalahnya Julianus menderita kekurangan gizi. Tubuhnya kurus, perutnya buncit dan mukanya pucat. Keadaan tersebut diperparah dengan kakinya yang berbentuk letter X. Ia tinggal di rumah yang tidak bisa disebut layak bersama kedua orangtua dan saudara-saudaranya. Ia dan keluarganya bernaung di rumah seluas 4×5 meter. Atapnya bocor, lembab dan tidak tertata baik. Disanalah semua aktivitas kehidupan Julianus dan keluarganya berlangsung, mulai dari memasak hingga tidur. Hal ini disebabkan keadaan ekonomi keluarga Julianus yang jauh di bawah garis kemiskinan.
Keluarga Julianus menggantungkan hidup hanya dari hasil alam yang terdapat di lingkungan tempat tinggal mereka. Kondisi kehidupan seperti ini tak hanya dialami keluarga Julianus, namun menimpa juga keluarga-keluarga lain di Desa Sisarahili.

Dengan menggunakan bahasa daerah, Ibunda Julianus bercerita bahwa belum tentu setiap hari mereka makan nasi. Tak jarang mereka hanya makan nasi sehari sekali. Apabila tidak ada nasi, terpaksa mereka hanya memakan singkong untuk menahan rasa lapar. Dari pengakuan ini, tak heran jika Julianus kecil menderita kekurangan gizi.
Kondisi serba berkekurangan ini bukanlah hal baru di Desa Sarasahili, bahkan telah dianggap wajar. Menurut Ketua Dusun 2 Desa Sisarahili, Fauduaru Harefa, setiap keluarga di desa ini memiliki 5 hingga 12 anak dalam satu keluarga. Hal ini tidak diimbangi dengan tingkat pendapatan yang memadai. “Hidup mereka susah, jadi tidak mungkin mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan baik,” ujar Fauduaru.
Berangkat dari keadaan inilah, Wafer Tango dan Yayasan Obor Berkat Indonesia hadir di sana untuk mengulurkan bantuan. Tujuannya sederhana, agar anak seperti Julianus dapat tumbuh normal dan menikmati masa kecilnya bermain bersama teman-temannya. Julianus juga diharapkan kelak dapat menjadi pemuda bangsa yang cerdas. Oleh karena itu, Wafer Tango mengajak segenap masyarakat untuk bersama-sama membantu mereka. Bantuan kecil kita adalah harapan bagi mereka.
Tags: anak indonesia, peduli gizi, tango























semoga menjadi berkat buat nias dan seluruh indonesia…
terima kasih wafer tango untuk mewujudkan seyum anak nias dan indonesia
tango dan obi memang top dah….